Paru
adalah salah satu organ Vital bagi kehidupan manusia. Bila organ ini
tidak berfungsi,manusia atau mamalia yag berapas dengan paru tidak akan
hidup.Sunhope mengadakan seminar kesehatan yang membahas Penyakit Paru
yang sering di Indonesia dengan mengundang Spesialis Paru FKUI/SMF
Paru-RS.Persahabatan Dr.Ahmad Hudoyo,Sp.P.
1. ASMA ( atau Asma Bronkial )
Serangan asma terjadi terutama bila ada
faktor pencetus. Faktor pencetus serangan asma dari luar dapat berupa
perubahan cuaca (dingin, hujan, gerah), debu, polusi udara, zat-zat
kimia mulai dari obat anti nyamuk, sampai wangi-wangian atau berbagai
jenis makanan. Dari dalam tubuh dapat berupa infeksi virus, sinusitis
atau stres (banyak pikiran, emosi dll). Semua faktor pencetus tersebut
bersifat individual dimana faktor pencetus satu orang berbeda dengan
faktor pencetus orang lain.
Pengobatan untuk asma, sekali lagi yang utama sebenarnya adalah
MENGHINDARI FAKTOR PENCETUS. Obat untuk asma terdiri dari OBAT PELEGA
dan OBAT PENCEGAH. Pada asma yang ringan dengan serangan yang sangat
jarang, kadang hanya sekali atau 2 kali dalam setahun, obat yang
digunakan cukup obat pelega saja. Untuk jenis asma sedang atau berat
dengan serangan yang lebih sering terjadi maka obat pelega harus
disertai obat pencegah.1. TUBERKULOSIS (TB)
Penyakit tuberkulosis atau TB paling
sering menyerang organ paru, tetapi sebagian kecil dapat menyerang
organ-organ lain, misalnya otak, tulang, kelenjar getah bening, kulit,
usus, mata, telinga dll. Lokasi dari organ yang tekena TB menunjukkan
gejala khusus, misalnya TB usus akan menimbulkan gejala diare yang tidak
sembuh-sembuh. TB kelenjar bening biasanya tidak menimbulkan keluhan,
kecuali kelenjar getah bening di leher yang makin lama makin membesar.
TB tulang, tergantung letak tulang yang terkena, yang tersering adalah
tulang belakang dengan tanda klinik berupa tulang punggung yang menonjol
dan bengkok. TB telinga akan mengeluarkan cairan dari telinga-tengah
biasanya jernih dan tidak berbau. TB selaput otak akan memberi gejala
yang lebih berat, seperti kejang-kejang dan kaku kuduk. Temasuk TB
ekstra paru tetapi masih dirongga paru yaitu Pleuritis TB, suatu
penyakit TB dengan manifestasi menumpuknya cairan dirongga paru,
tepatnya diantara lapisan luar dan lapisan dalam paru. Gejala yang
timbul berupa demam sakit dada dan demam tinggi, bila jumlah cairan yang
menumpuk sangat banyak akan menimbulkan sesak napas. TB ekstra paru
tersebut dapat berupa penyakit yang berdiri sendiri atau kadang
bersamaan dengan penyakit TB Paru. Pengobatan TB yang optimal adalah 6
(enam) bulan.
3. PNEUMONIA
Pneumonia adalah infeksi di paru yang
disebabkan oleh kuman atau bakteri selain kuman tuberkulosis. Pneumonia
merupakan penyakit yang tidak menular. Dikenal 2 jenis pneumonia, yaitu
pneumonia yang dijumpai di masyarakat dan pneumonia yang terjadi di
rumah sakit (pneumonia-nosokomial). Untuk yang pertama, kuman yang
sering menyebabkan adalah Streptokokus dan Stafilokokus. Sedang untuk
yang kedua, kuman Pseudomonas adalah yang sering ditemukan. Pengobatan
yang utama adalah pemberian antibiotika. Tahap awal sebelum ada hasil
biakan kuman dari dahak, pemberian antibiotika diberikan secara empirik.
Hal ini tergantung dari pengalaman dokter untuk memilih antibiotika.
Dalam keadaan berat sebaiknya penderita dirawat di rumah sakit.
Komplikasi : Sepsis (kuman menyebar keseluruh tubuh melalui aliran
darah), emfisema dan abses paru.
4. BRONKITIS
Bronkitis adalah radang saluran napas.
Dikenal 2 jenis bronkitis, yaitu akut dan kronik. Bronkitis akut dapat
disebabkan oleh infeksi maupun bahan-bahan yang merangsang, termasuk
bahan kimia. Infeksi bisa oleh virus atau bakteri. Bronkit kronik
sifatnya irreversible (menetap/tidak bisa sembuh) dan progresif, artinya
penyakit makin lama makin berat. Penyebab bronkitis kronik adalah bahan
iritan, radikal bebas serta gas-gas yang beracun yang mengiritasi
selama beberapa puluh tahun secara terus-menerus. Gas-gas berbahaya
tersebut terdapat didalam asap rokok.
5. KANKER PARU
Kanker adalah pertumbuhan jaringan yang
‘ganas’ dengan ciri pertumbuhan tidak terkendali, cepat dan menyebar
jauh. Penyebaran kanker paru yang sering terjadi yaitu ke hati, otak dan
kelenjar ginjal. Penyebab kanker secara umum memang belum jelas tetapi
khusus untuk kanker paru, kebiasaan merokok ternyata mempunyai hubungan
yang jelas, karena dari 100 orang yang menderita kanker paru, 90 orang
diantaranya ternyata mempunyai riwayat kebiasaan merokok sebelumnya.
Hubungan yang erat ini juga terbukti dengan dosis-akibat. Bila seseorang
merokok lebih lama, lebih banyak jumlah batang, lebih dalam cara
menghisapnya maka kemungkinan terkena kanker paru lebih tinggi.
Pengobatan tergantung jenis kanker dan stage/stadium/derajat.Untuk
mengetahui jenis biasanya dilakukan BIOPSI. Dengan biopsi kita bisa
membedakan tumor itu JINAK atau GANAS (KANKER).
6. EMFISEMA
Emfisema yaitu keadaan paru yang lembek
dan sudah kehilangan elastisitasnya. Emfisema disebabkan oleh asap
rokok, karena dalam asap rokok terkandung zat yang merusak jaringan
elastin dalam paru. Bila paparan ini berlangsung setiap hari selama
berpuluh-puluh tahun maka kerusakan yang sedikit, lama kelamaan
menyebabkan kerusakan yang masif dan permanen. Karena jaringan elastin
ini rusak maka gelembung udara (alveoli) menjadi lembek, dan beberapa
mengalami kerusakan. Akibatnya udara kotor (CO2) tidak bisa dipompa
keluar dengan kata lain terperangkap di dalam paru, sehingga menumpuk di
dalam paru (sebagian diserap lagi kedalam darah). Hal ini berakibat
menghambat masuknya udara bersih atu O2 masuk kedalam paru. Penyakit
Emfisema bersama dengan Bronkitis Kronik digolongkan menjadi Penyakit
Paru Obtruktif Kronik (PPOK).
7. PLEURITIS (Paru-paru Basah ? )
Pleuritis, bila diterjemahkan secara harfiah adalah ‘radang pleura’.
Pleura adalah lapisan tipis pembungkus paru. Dikenal 2 macam pleuritis,
yaitu yang kering dan basah. Di Indonesia paling sering dijumpai radang
selaput paru yang basah. Efusi pleura adalah penumpukan cairan di rongga
pleura. Kelainan bisa disebabkan penyakit di paru maupun dari luar
paru. Volume cairan juga bervariasi, mulai sedikit sampai lebih dari 1
liter. Bila volume cairan banyak, akan menimbulkan keluhan sesak napas
yang makin lama makin berat. Keadaan ini harus segera mendapatkan
penanganan. Pengobatannya dilakukan dengan tindakan terapeutik adalah
mengambil cairan sebanyak-banyaknya sampai sesak napas menghilang.
Pengobatan selanjutnya tergantung penyebab pleuritis.
PENUTUP
Dengan mengetahui berbagai penyakit paru dan bagaimana penyakit tersebut
terjadi, maka dapat dilakukan upaya-upaya pencegahannya. Pola hidup
sehat, gizi atau nutrisi yang baik disertai olahraga secara teratur,
akan mampu meningkatkan daya tahan tubuh untuk menangkal berbagai
penyakit. Menghindari polusi udara, usaha menjauhi asap rokok atau
berhenti merokok adalah usaha yang mulia dalam rangka MENSYUKURI NIKMAT
TUHAN. Meskipun kemajuan dalam pengobatan ilmu kedokteran sudah demikian
pesat, akan tetapi semua bentuk pengobatan, untuk penyakit apa saja
akan memerlukan biaya yang tidak sedkit, disamping kehilangan waktu yang
sangat berharga, maka ungkapan lama masih tetap berlaku, yaitu :”Lebih
Baik Mencegah Daripada Mengobati”. Kami Jual Susu Kolostrum untuk menyembuhkan penyakit Paru - paru secara alami. Hubungi 0821 34851327 Apotek Az-Zahra 24 Jam distributor resmi SUSU KOLOSTRUM POWER MIX siap melayani masyarakat Piyungan Berbah Prambanan Kalasan Banguntapan Patuk Dlingo Jogja dan sekitarnya.